Share

Facebook icon Twitter icon Mail icon

Walmart Foundation - Donor

Walmart Foundation - Donor

Pendahuluan

Pada tahun 1982, Walmart Foundation didirikan untuk mendukung masyarakat di wilayah tempat Walmart beroperasi. Walmart Foundation berfokus pada bidang-bidang yang memiliki potensi dampak terbesar, dengan menggabungkan kekuatan bisnis Walmart dan upaya filantropinya. Dengan memanfaatkan skala dan kapabilitas Walmart, Walmart Foundation mampu memberikan dampak yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar pendanaan, sehingga menghasilkan dampak sosial yang lebih luas.

Sejak tahun 2023, Walmart Foundation telah mendukung kerja Earthworm di Lanskap Riau, Indonesia, melalui hibah yang memperkuat perlindungan hutan berbasis masyarakat dan penghidupan berkelanjutan. Hibah ini membantu petani kecil untuk menerapkan praktik regeneratif, memulihkan lahan terdegradasi, serta mendiversifikasi sumber pendapatan.

Fase kedua program (2025–2028) dilanjutkan berdasarkan pembelajaran dari Fase 1, dan memungkinkan Earthworm mengintegrasikan pendekatan rantai pasok lebih efektif ke dalam intervensi di tingkat lanskap. Kegiatan ini mencakup peningkatan ketertelusuran hingga ke tingkat kebun, pemetaan risiko, pengembangan rencana aksi bersama di pabrik, serta pengarusutamaan prioritas konservasi dalam keputusan pengadaan. Dengan menyelaraskan upaya di tingkat desa, kabupaten, dan rantai pasok, dukungan Walmart Foundation membantu meletakkan fondasi bagi model pengadaan yang bertanggung jawab berbasis yurisdiksi, di mana hutan dilindungi melalui pengelolaan oleh masyarakat dan akuntabilitas sektor swasta. Integrasi ini mulai diimplementasikan secara penuh pada tahun 2026, dan dukungan Walmart Foundation sangat penting dalam memberikan awal yang kuat bagi Earthworm untuk pekerjaan ini. Inisiatif ini menunjukkan kekuatan aksi kolektif ketika filantropi, sektor swasta, dan masyarakat lokal berkolaborasi untuk mewujudkan lanskap yang berkelanjutan.

News & Media

Pencapaian Penting

Dampak utama

Hingga akhir tahun 2024, masyarakat telah menyepakati perlindungan terhadap 129.103 hektare kawasan berhutan di luar area konsesi dan di luar kawasan lindung nasional melalui proses Perencanaan Tata Guna Lahan Partisipatif yang telah dilaksanakan di 30 desa.
Kegiatan restorasi utama dalam proyek ini adalah penanaman pohon, dengan total 191.378 pohon telah ditanam di area seluas 732 hektare hingga akhir tahun 2024.
Sebanyak 2.358 petani telah menerapkan perbaikan Praktik Pertanian yang Baik (Good Agricultural Practices/GAP) di lahan seluas 3.569 hektare, sementara 1.017 petani telah melakukan peremajaan kebun pada area seluas 2.037 hektare hingga akhir tahun 2024.

Kelapa sawit

27 Mar 2025

Pelajaran dari Tiga Desa: Mewujudkan Lanskap Riau yang Berkelanjutan

17 Jul 2025